Indonesia Jadi Pionir Global! Mengenal Roblox Kids & Select untuk Keamanan Anak di Dunia Digital

Kabar gembira bagi para orang tua dan pemerhati keamanan digital di tanah air! Indonesia baru saja mencetak sejarah sebagai salah satu negara pertama di dunia yang menerapkan sistem akun berbasis usia di platform Roblox. Melalui fitur “Roblox Kids” dan “Roblox Select”, kini anak-anak di bawah usia 16 tahun dapat menjelajahi dunia virtual dengan proteksi yang jauh lebih ketat dan terukur.
Langkah revolusioner ini diambil Roblox bukan tanpa alasan. Platform gim daring raksasa ini berkomitmen penuh untuk mematuhi Peraturan Pemerintah (PP) Tunas, sebuah regulasi khusus dari Indonesia yang dirancang untuk melindungi anak-anak di ruang digital. Dengan hadirnya kategori akun baru ini, konten yang tersedia akan disaring secara otomatis agar sesuai dengan tahap perkembangan psikologis dan usia pemainnya.
Chief Safety Officer Roblox, Matt Kaufman, menegaskan bahwa inisiatif ini memberikan kendali lebih luas bagi orang tua sekaligus memastikan anak-anak hanya terpapar konten yang layak sejak pertama kali mereka masuk ke dalam gim. Hal ini juga menjadi kelanjutan dari kebijakan verifikasi usia berbasis wajah yang sudah diterapkan sejak akhir 2025 lalu.
Berikut adalah pembagian sistem akun terbaru yang perlu Anda ketahui:
- Roblox Kids (Usia 5-12 Tahun): Akun yang didesain dengan kurasi konten paling ketat guna memastikan lingkungan bermain yang aman bagi anak-anak usia dini.
- Roblox Select (Usia 13-15 Tahun): Akun untuk remaja yang memberikan fleksibilitas lebih, namun tetap berada dalam pengawasan dan batasan konten tertentu.
- Verifikasi Terpadu: Menggabungkan verifikasi usia, rating konten, moderasi berkelanjutan, dan kontrol orang tua dalam satu sistem perlindungan.
Selain Indonesia, peluncuran awal ini juga dilakukan di beberapa negara lain seperti Selandia Baru, Australia, dan Belanda, sebelum nantinya dilepas secara global pada bulan depan. Bagi pemain yang berusia 16 tahun ke atas, sistem akan tetap berjalan seperti biasa tanpa ada perubahan pengaturan yang signifikan.
Langkah progresif ini membuktikan bahwa keamanan digital bagi anak-anak bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan. Dengan integrasi teknologi verifikasi usia dan kepatuhan terhadap regulasi lokal seperti PP Tunas, Indonesia kini berada di garda terdepan dalam menciptakan ekosistem internet yang lebih sehat dan aman bagi generasi masa depan.
Sumber: Antara News