{"id":529,"date":"2024-06-25T14:55:30","date_gmt":"2024-06-25T14:55:30","guid":{"rendered":"https:\/\/bungtemin.net\/news\/?p=529"},"modified":"2024-06-25T14:55:30","modified_gmt":"2024-06-25T14:55:30","slug":"melihat-dampak-mobil-listrik-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bungtemin.net\/news\/melihat-dampak-mobil-listrik-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Melihat &#8220;Dampak&#8221; Mobil Listrik di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Pasar otomotif Indonesia tidak berkembang, bahkan tahun 2024 ini diprediksi turun dari 1 juta unit pertahun. Kemudian diperparah dengan masuknya mobil listrik impor dengan insentif pajak yang jelas-jelas di Indonesia tidak mempunyai manufaktur.<\/p>\n<figure id=\"attachment_530\" aria-describedby=\"caption-attachment-530\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-530 size-large\" src=\"https:\/\/bungtemin.net\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/electric-car1-1024x724.webp\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"724\" srcset=\"https:\/\/bungtemin.net\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/electric-car1-1024x724.webp 1024w, https:\/\/bungtemin.net\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/electric-car1-300x212.webp 300w, https:\/\/bungtemin.net\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/electric-car1-768x543.webp 768w, https:\/\/bungtemin.net\/news\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/electric-car1.webp 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-530\" class=\"wp-caption-text\">Ilustrasi Mobil Listrik<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"text-decoration: underline;\">Dampak terhadap lingkungan<\/span><\/p>\n<p>Paris Climate memberikan waktu untuk\u00a0 Indonesia hingga 2050 guna memberikan sumbangsih terhadap bumi. <em>Shifting<\/em> mobil bensin ke mobil listrik adalah satu dari sekian banyak <em>action<\/em> yang bisa dilakukan dalam rangka mengurangi pemanasan global. Namun perlu dilihat sumber energi yang digunakan untuk menghasilkan listrik apakah sudah mendukung hal itu, ketika sumber listrik masih menggunakan batu bara, proses <em>shifting<\/em> hanya memindah sumber emisi CO2 dari mobil ke pembangkit listrik. Karena dengan penggunaan murni mobil listrik peningkatan konsumsi listrik meningkat yang memaksa peningkatan diproses penggunaan batu bara. Perlu dilakukan <em>shifting<\/em> juga di pembangkit listrik jika hal ini dipaksa untuk dilakukan, namun hal ini membutuhkan waktu dan modal yang tidak sedikit. Namun ada satu solusi yang dapat dilakukan sebagai <em>step shifting<\/em> yaitu penggunaan mobil <em>hybrid,<\/em> dimana dengan penggunaan mobil <em>hybrid<\/em> konsumsi bahan bakar bisa di-<em>reduce<\/em> hingga 30-50%\u00a0 sehingga emisi gas buang otomatis berkurang 30-50%, hal ini dapat dilakukan sambil mempersiapkan sumber energi yang ramah lingkungan.<\/p>\n<p><span style=\"text-decoration: underline;\">Dampak terhadap pasar otomotif tanah air<\/span><\/p>\n<p>Mobil listrik impor dengan insentif pajak memakan kue dari market mobil yang sekarang ada, tidak menambah atau membuat pasar baru. Kebijakan ini tidaklah tepat karena secara benefit hanya menguntungkan individu pembeli yang secara kemampuan ekonomi tanpa insentif pun sudah mampu membeli. Pemerintah perlu mengambil <em>action<\/em> agar berkembangnya pasar otomotif tanah air. Seperti yang dilakukan <em>pasca<\/em> pandemi covid-19, dimana ekonomi saat itu dapat tergerak naik ketika pemerintah tepat melakukan tindakan.<\/p>\n<p><span style=\"text-decoration: underline;\">Dampak terhadap industri manufacture<\/span><\/p>\n<p>Mobil listrik membutuhkan <em>body<\/em> kendaraan yang ringan untuk memaksimalkan performa dari mobil itu sendiri, sehingga jenis <em>body monocoque<\/em> adalah pilihan yang ideal. Hal ini menyebabkan beberapa komponen kendaraan berkurang, seperti <em>propeler shaft, gardan, knalpot, <\/em>dll. Perlu disiapkan di tanah air industri pengganti untuk mobil listrik. Insentif untuk impor mobil listrik membuat investasi manufacture di Indonesia melambat karena tidak kompetitif. Perlu dirangsang oleh pemerintah agar industri mobil listrik ada ditanah air.<\/p>\n<p><span style=\"text-decoration: underline;\">Dampak terhadap pekerja<\/span><\/p>\n<p>Seperti kita tahu, industri otomotif Indonesia mayoritas merupakan industri padat karya yang mempunyai <em>supply chain<\/em> yang banyak, dengan contoh Toyota memiliki 220 supplier tier 1. Dapat dibayangkan jumlah pekerja yang terkena dampak dari kebijakan tersebut. Masuknya mobil listrik impor dengan insentif secara langsung mengurangi dan mematikan bisnis mobil. Hal ini terjadi di industri garmen, dimana banyak industri garmen yang tutup akibat kebijakan relaksasi impor dan terjadi juga di Thailand dimana pabrik Suzuki Thailand akan ditutup di tahun 2025 dan memilih impor dari negara lain.<\/p>\n<p>Perkembangan teknologi dalam rangka memberikan pelayanan terhadap perbaikan kualitas hidup manusia juga seharusnya tidak memberikan dampak buruk ke manusia lain dan lingkungan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Disajikan dari berbagai sumber oleh Joko Prasojo (RnK PUK TMMIN)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasar otomotif Indonesia tidak berkembang, bahkan tahun 2024 ini diprediksi turun dari 1 juta unit pertahun. Kemudian diperparah dengan masuknya mobil listrik impor dengan insentif pajak yang jelas-jelas di Indonesia tidak mempunyai manufaktur. &nbsp; Dampak terhadap lingkungan Paris Climate memberikan waktu untuk\u00a0 Indonesia hingga 2050 guna memberikan sumbangsih terhadap bumi. Shifting mobil bensin ke mobil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":530,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"fifu_image_url":"","fifu_image_alt":"","footnotes":""},"categories":[1],"class_list":["post-529","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bungtemin.net\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/529","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bungtemin.net\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bungtemin.net\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bungtemin.net\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bungtemin.net\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=529"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bungtemin.net\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/529\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":531,"href":"https:\/\/bungtemin.net\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/529\/revisions\/531"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bungtemin.net\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/530"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bungtemin.net\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=529"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bungtemin.net\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=529"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}